PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL
PROGRAM:
PEMANFAATAN
BANK SAMPAH SEKOLAH SEBAGAI PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM MATA
PELAJARAN
SENI BUDAYA
BIDANG
KEGIATAN:
PKM-GAGASAN
TERTULIS
Diusulkan oleh:
UNIVERSITAS
ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2015
PENGESAHAN PKM-GAGASAN TERTULIS
1. Judul Kegiatan :Pemanfaatan Bank Sampah Sekolah
sebagai
Pengembangan Kreativitas
Siswa
dalam Mata Pelajaran Seni
Budaya
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.
Nama Lengkap : Bony Suryo Puspito
b. NIM : 34201400211
c. Jurusan :
Pendidikan Matematika
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Islam Sultan Agung
Semarang
e.
Alamat Rumah dan No
Tel./HP : Desa Trimulyo 01/01, Juwana, Pati,
Jawa Tengah / 089611130332
f.
Alamat email : Bony_SuryoP@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
5. Dosen Pendamping
a.
Nama Lengkap dan Gelar : Mohamad Aminudin, M.Pd.
b. NIDN : 0609058401
c.
Alamat Rumah dan No
Tel./HP : Jl. Urip Sumoharjo Gang II No. 9
RT 02 RW 02,Bandarjo /
085870151764
Semarang, 4 Februari
2015
Menyetujui
Ketua
Jurusan Pendidikan
Matematika
Imam
Kusmaryono, M.Pd.
NIK. 211311006
Wakil
Rektor Bidang Kemahasiswaan
Sarjuni,
S.Ag., M.Hum.
NIK. 211596009
Ketua
Pelaksana Kegiatan
Bony Suryo
Puspito
NIM. 34201400211
Dosen
Pendamping
Mohamad
Aminudin, M.Pd.
NIDN. 0609058401
RINGKASAN
Bank
sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah
dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan
ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank
sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh
petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank
serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
Selain itu konsep Bank Sampah bisa diterapkan di
sekolah-sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK. Pendirian Bank sampah di sekolah
bertujuan untuk menanamkan kebiasaan membuang sampah yang benar agar generasi
muda mempunyai budaya peduli lingkungan terutama sampah.
Menabung sampah saja belum cukup jika tidak adanya keterampilan
dalam pengolahan sampah tersebut. Sebuah solusi yang bertujuan untuk
mengembangkan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan dengan pemanfaatan bank
sampah sekolah melalui mata pelajaran seni budaya.Siswa akan dilatih untuk
mencipatakan sebuah karya seni di mata pelajaran seni budaya dengan
memanfaatkan barang-barang bekas yang mereka tabung di bank sampah sekolah. Hal
ini bertujuan untuk mencipatakan generasi yang dapat berpikir kreatif dalam
persaingan di era globalisasi pada saat ini.
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia,
maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam dalam bentuk
padatan, cair ataupun gas. Dalam suatu kesempatan, ada sebuah berita tentang
penumpukan sampah di sekolah. “ CILEGON - Tumpukan sampah di depan SDN VII
Cilegon, dikeluhkan pengelola sekolah dan wali murid. Sampah tampak berserakan
sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Sampah diduga berasal dari para
pedagang di ruas Jalan Pagebangan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon (RADAR
BANTEN, Cilegon, 2015)”. Ada sebuah solusi untuk mengelola sampah ini dengan
pemanfaatan konsep bank sampah di sekolah. Dalam hal ini, siswa akan diberikan
pengetahuan dalam pengelolaan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis di
mata pelajaran seni budaya.
Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan
dipilah serta memiliki buku rekening layaknya perbankan. Namun yang ditabung
bukan uang, melainkan sampah yang memiliki nilai ekonomis (seperti: plastik dan
besi). Warga yang menabung sampah disebut nasabah dan memiliki buku tabungan.
Sampah yang ditabung kemudian ditimbang, dicatat dan nanti akan dihargai
sejumlah uang. Sampah yang terkumpul ini kemudian akan dijual ke pengepul.
Konsep bank sampah juga bisa diterapkan di sekolah yang di
beri nama dengan Bank Sampah Sekolah. Tujuan didirikan bank sampah di
sekolah secara umum untuk melatih siswa
menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi volume sampah, menjadikan sampah
mempunyai nilai ekonomis.
Dalam bank sampah sekolah tersebut, semua warga sekolah
terlibat di dalamnya. dari siswa, guru, karyawan, petugas kantin, penjaga
kebersihan sekolah, dan juga kepala sekolah. Partisipasi siswa, guru, dan
karyawan dalam bank sampah antara lain sebagai pengurus, nasabah, sebagi petugas pemilah sampah dan sebagai
petugas daur ulang sampah.
Pada umumnya sistem
pengelolaan bank sampah sekolah secara komunal, yaitu nasabah atas nama
kelas atau kelompok guru, kelompok tata usaha, atau kantin. Tetapi ada juga
yang menerima nasabah personal atas nama individu. Sistem bagi hasilnya antara
bank sampah dengan nasabah berbeda-beda. Bank sampah mengambil keuntungan
antara Rp 500,- sampai dengan Rp. 1000,- dari penjualan sampah ke pengepul.
Dana ini digunakan untuk konsumsi petugas saat pemilahan sampah. Bentuk hadiah
bagi nasabah bank sampah umumnya bentuk uang tabungan yang biasanya dibagikan
kepada nasabah setiap kenaikan kelas. Selain itu ada bentuk hadiah yang lain
dari bank sampah sekolah yaitu dibelikan alat tulis untuk kepentingan bersama.
Hadiah yang lain adalah adanya piagam bagi nasabah atau kelas yang memiliki
tabungan sampah paling banyak.
Bank sampah sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai
pengembangan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan. Dalam hal ini, sampah
yang di tabung siswa di bank sampah sekolah ada yang tidak langsung di setorkan
ke pengepul. Tetapi di simpan di gudang yang sudah difasilitasi oleh sekolah
sebagai tempat untuk menampung tabungan sampah siswa. Dalam mata pelajaran seni
budaya siswa akan di ajarkan tentang pembuatan suatu karya seni. Dan dengan
memanfaatkan tabungan sampah siswa yang berada di bank sampah sekolah, siswa
dapat memanfaatkan sampah tersebut menjadi karya seni sesuai keinginan mereka.
Akan tetapi, karya seni tersebut harus ada nilai ekonomisnya.
Pengolahan sampah anorganik dengan cara daur ulang
merupakan salah satu cara yang efektif, karena selain menguntungkan secara
ekonomis juga secara ekologis. Adapun sampah yang dapat di daur ulang
diantaranya: sampah plastik, sampah logam, sampah kertas, sampah kaca dan
lain-lain. Proses daur ulang sampah dapat dilakukan dalam skala yang besar
maupun kecil.
Tujuan
dan Manfaat
Tujuan
dalam program ini adalah untuk mengembangan kreativitas siswa dalam ilmu
keterampilan di mata pelajaran seni budaya dengan memanfaatkan tabungan sampah
siswa di bank sampah sekolah. Dalam hal ini, bukan hanya ilmu pengetahuan siswa
yang perlu dikembangkan tetapi ilmu keterampilan siswa juga perlu dikembangan
untuk menciptakan kreativitas siswa dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi
ilmu keterampilan. Manfaat yang akan di dapat siswa adalah siswa akan mendapat
ilmu keterampilan dalam membuat karya seni yang bernilai ekonomis di dalam mata
pelajaran seni budaya dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah.
GAGASAN
Kondisi
Terkini
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat seluruh Bank Sampah
yang ada saat ini secara nasional mampu menghasilkan uang mencapai Rp15,7
miliar per bulan. (ANTARA News, Probolinggo, 2013)
Pengelolaan bank sampah di semua sekolah di Kota Tomohon
menjadi salah satu andalan untuk pengelolaan sampah dalam rangka penilaian
tahap kedua (P2) Piala Adipura tahun 2015. (cybersulutnews, Tomohon, 2015)
CILEGON - Tumpukan sampah di depan SDN VII Cilegon,
dikeluhkan pengelola sekolah dan wali murid. Sampah tampak berserakan sehingga
menimbulkan bau yang tidak sedap. Sampah diduga berasal dari para pedagang di
ruas Jalan Pagebangan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. (radarbanten, Cilegon,
2015)
Solusi yang Pernah Diajukan
Dalam
sebuah solusi tentang bank sampah sekolah biasanya hanya memnganjurkan siswa
untuk menabung saja di bank sampah sekolah dengan cara siswa hanya membawa
sampah dari rumah dan menabungnya di bank sampah sekolah. Cara ini memang tepat
untuk mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan sekolah maupun
masyarakat. Tetapi masih ada yang kurang apabila siswa tidak diberikan ilmu
keterampilan mendaur ulang sampah menjadi karya seni yang bernilai ekonomis.
Gagasan
yang Diajukan
Dalam gagasan ini, siswa dilibatkan dalam pengolahan sampah
menjadi barang yang bernilai ekonomis. Siswa akan diberikan ilmu keterampilan
untuk mendaur ulang sampah menjadi karya seni yang bernilai ekonomis. Dalam
mata pelajaran seni budaya siswa akan diajarkan ilmu keterampilan pembuatan
suatu karya seni yang bernilai ekonomis dengan pemanfaatan tabungan sampah yang
telah ditabung oleh siswa di bank sampah sekolah. Sehingga di luar siswa hanya
menabung sampah tersebut, siswa juga dapat memiliki keterampilan dalam
mengolahnya.
Pihak-pihak
yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan
Dalam
pengadakan bank sampah sekolah harus bisa mempunyai dana modal agar bank sampah
bisa berjalan dengan lancar dan juga dalam pengembangan kreativitas siswa dalam
ilmu keterampilan mengolah sampah harus ada pihak-pihak yang dapat membantu
mengimplementasikannya, yaitu :
1. Pemerintah
Pemerintah
memiliki peran yang sangat vital untuk membentuk bank sampah sekolah. Perlunya
bantuan dari pemerintah sangat berarti untuk meringankan beban dari sekolah
tersebut.
2. Kepala sekolah
Kepala
sekolah sebagai pembuat keputusan tentang bagaimana bank sampah tersebut dapat
berjalan dengan optimal. Kepala sekaolah harus membuat surat keputusan untuk
melengkapi kepengurusan bank sekolah yang belum lengkap untuk melancarkan bank
sampah sekolah tersebut.
3. Guru
Guru
mendapat peran memperkenalkan melalui sosialisasi kepada siswa bahwa sampah
dapat bernilai ekonomis apabila dapat dikelola dengan baik dan benar. Tetapi
untuk mengelolanya dibutuhkan ilmu keterampilan yang cukup agar karya yang
dihasilkan bernilai ekonomis.
4. Guru mata pelajaran seni budaya
Dalam
mata pelajaran seni budaya siswa akan diajarkan bagaimana cara mengelola
barang-barang bekas yang disebut orang sebagai sampah dapat bernilai ekonomis
yaitu dengan membuatnya menjadi karya seni. Siswa juga akan diberikan tugas
untuk membuat suatu karya seni melalui barang bekas atau sampah tersebut sesuai
kreativitas mereka tetapi karya seni tersebut harus bernilai ekonomis.
Langkah-Langkah
yang akan Digunakan untuk Mengimplementasikannya
Dalam
mencapai tujuan gagasan yang diterapkan di haruskan mempunyai langkah-langkah
yang strategis agar gagasan tersebut dapat berjalan secara optimal.
Langkah-langkah yang digunakan yaitu :
1. Sosialisasi
Sosialisasi
akan ditujukan kepada seluruh warga sekolah untuk menjelaskan tujuan
didirikannya bank sampah sekolah. Bank sampah sekolah bertujuan untuk
mengurangi jumlah volume sampah yang ada di lingkungan. Dalam hal ini,
menjelaskan bahwa dengan menabung sampah di bank sampah sekolah dapat
mengurangi jumlah volume di lingkungan sekolah maupun masyarakat dan juga dapat
menjadikan penghasilan bagi nasabah dari bank sampah tersebut.
2. Sistem kerja
Dalam
setiap kelas atau tempat dimana terdapat nasabah bank sampah tersebut akan
diberikan 4 jenis tempat sampah yaitu tempat sampah khusus untuk sampah botol,
sampah pastik, sampah kardus atau kertas dan sampah organik. Dalam hal ini,
tempat sampah tersebut dapat memudahkan untuk pemilahan sampah sesuai jenisnya.
Dimana harga dan fungsi sampah tersebut berbeda-beda.
3. Sistem tabungan sampah
Pada
umumnya sistem pengelolaan bank sampah
sekolah secara komunal, yaitu nasabah atas nama kelas atau kelompok guru,
kelompok tata usaha, atau kantin. Tetapi ada juga yang menerima nasabah
personal atas nama individu.Sistem bagi hasilnya antara bank sampah dengan
nasabah berbeda-beda. Bank sampah mengambil keuntungan antara Rp 0,- s/d Rp.
500,- dari penjualan sampah ke pengepul. Dana ini digunakan untuk konsumsi
petugas saat pemilahan sampah. Dan ada juga sampah yang tidak di jual dulu ke
pengepul jika nasabahnya menginginkan sampah tersebut untuk disimpan dulu di bank
sampah sekolah. Nasabah akan di berikan 2 buku tabungan, yaitu buku tabungan
sampah dimana sampah sudah di jual ke pengepul dengan mencantumkan berapa jumlah
uang yang di dapat dan buku tabungan sampah dimana sampah belum di jual ke
pengepul dengan mencantumkan berapa banyak sampah yang di tabungnya di bank
sampah sekolah untuk di simpan dahulu dengan nominal berat sampah dan jenis
sampah tersebut.
4. Proses pembelajaran
Dalam
proses pembelajaran ini, siswa akan diajarkan cara membuat karya seni yang bernilai
ekonomis dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah sekolah.
Dalam hal ini, mata pelajaran yang sesuai adalah mata pelajaran seni budaya. Di
sini, guru akan mengajarkan kepada siswa cara pembuatan karya seni yang
bernilai ekonomis dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah
sekolah. Setelah itu, siswa akan diberikan tugas praktek langsung untuk membuat
suatu karya sastra yang bernilai ekonomis sesuai dengan kreativitas
masing-masing siswa itu sendiri. Tujuan diadakan pembuatan karya seni yang
bernilai ekonomis dengan memanfaatkan sampah adalah agar siswa dapat
mendapatkan ilmu keterampilan yang kelak dapat bermanfaat bagi siswa bila
bersaing di dunia perdagangan dan juga dapat mengembangkan kreativitas siswa
dalam pembuatan suatu karya seni yang bernilai ekonomis dari sebuah barang yang
biasa disebut orang sebagai sampah.
5. Proses pemasaran
Karya
seni yang dibuat siswa tersebut tidak hanya di buat hanya semata-mata memenuhi
tugas seni budaya tersebut. Tetapi juga, hasil karya seni siswa tersebut akan
di jual agar siswa juga dapat menerima hasil dari kreativitasnya tersebut.
Proses penjualannya bisa melalui pameran-pameran atau juga di perkenalkan ke
masyarakat luas.
KESIMPULAN
Gagasan
yang diajukan
Pengembangan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan
merupakan proses pelatihan terhadap siswa untuk melatih keterampilan siswa
dalam menciptakan barang-barang yang kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi
manusia. Bukan hanya pembuatan barang-barang canggih yang bermanfaat bagi
manusia tetapi juga pemanfaatan barang-barang yang sudah dibuang (sampah) atau
sudah tidak berguna lagi menjadi barang yang barmanfaat lagi bagi manusia. Ini
bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang ada di bumi ini dan juga agar
tidak menimbulkan bencana-bencana yang tidak diinginkan, seperti: polusi,
banjir, dan lain-lain. Dan juga tujuan dalam gagasan ini adalah pelatihan dan
pengembangan kreativitas siswa dalam menciptakan karya yang bernilai ekonomis
dengan mendaur ulang sampah yang ditabung di bank sampah sekolah. Sehingga
kelak saat dewasa, siswa dapat menciptakan barang-barang yang kreatif dan
inovatif yang bermanfaat bagi umat manusia karena siswa sudah dilatih dan
dibiasakan pada saat usia mereka masih anak-anak ataupun remaja.
Teknik
Implementasi yang Akan Dilakukan
Sampah-sampah
anorganik yang dimanfaatkan menjadi karya seni yang bernilai ekonomis dengan
pemanfaatan tabungan sampah siswa yang di simpan di bank sampah sekolah. Dalam
hal ini, siswa akan diajarkan dalam sebuah mata pelajaran yaitu seni budaya
dimana siswa akan diajarkan dan mempraktekkan langsung dalam membuat karya seni
yang bernilai ekonomis dengan memanfaatkan sampah. Sehingga hal tersebut dapat
mengembangkan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan untuk kelak dapat
bersaing di dunia perdagangan dan menciptakan hal-hal yang kreatif dan inovatif
dengan memanfaatkan sampah.
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh
Dalam
gagasan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah yang ada di
lingkungan tetapi juga dapat menjadikan atau menciptakan pelajar yang mampu
berpikir kreatif dalam menciptakan benda-benda atau hal-hal yang kreatif dengan
pemanfaatan sampah. Sekarang ini, banyak negara yang berlomba-lomba menciptakan
sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dengan mendaur ulang kembali sampah-sampah
misalnya saja, sampah an-organik. Sampah an-organik ini memerlukan waktu yang lama atau
bahkan tidak dapat terdegradasi secara alami. Beberapa limbah anorganik
diantaranya kertas, botol, plastik, kaleng, dan bahan gelas atau beling. Salah
satu pemanfaatan limbah anorganik adalah dengan cara proses daur ulang
(recycle). Daur ulang merupakan upaya untuk mengolah barang atau benda yang
sudah tidak dipakai agar dapat dipakai kembali. Beberapa limbah anorganik yang
dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang, misalnya plastik, gelas, logam,
dan kertas.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Lingkungan Hidup
Daerah Kab. Tanjab Barat.2015.Pengolahan
Sampah
Anorganik.http://blhd.tanjabbarkab.go.id/kategori/rehli/pengolahansampahanorganik.html.
Diakses tanggal 2 Maret 2015
Badan Penelitian dan
Pengembangan Kab. Pati. 2014. Pengolahan Sampah Melalui Bank Sampah Sekolah di
Kecamatan Pati. http://litbang.patikab.go.id/index.php/kajian-isu-strategis/195-faktor-faktor-penyebab-kematian-ibu-di-kabupaten-pati/216-pengelolaan-sampah-melalui-bank-sampah-sekolah-di-kecamatan-pati.
Diakses tanggal 2 Maret 2015.
Hermaya, Acu. 2011.
Pemanfaatan Limbah Anorganik.
http://kiarapedes2.blogspot.com/2011/02/pemanfaatan-limbah-anorganik.html.
Diakses tanggal 2 Maret 2015
Kementerian Lingkungan
Hidup.2013. Bank Sampah Hasilkan Rp 157 Miliar.
http://www.antaranews.com/berita/383961/bank-sampah-hasilkan-rp157-miliar.
Diakses tanggal 1 Maret 2015
Pemkot Tomohon.2015. Bank Sampah di Sekolah Jadi Andalan untuk
Penilaian
Adipura
Tomohon.http://cybersulutnews.co.id/bank-sampah-di-sekolah-jadi-andalan-untuk-penilaian-adipura-tomohon.
Diakses tanggal 1 Maret 2015
Radar Banten.2015. Sampah Pedagang Menumpuk di Depan Sekolah
http://www.radarbanten.com/read/berita/10/27081/Sampah-Pedagang-Menumpuk-di-Depan-Sekolah.html.
Diakses tanggal 3 Maret 2015
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
BIODATA
KETUA PELAKSANA KEGIATAN
A.
Identitas Diri
|
1
|
Nama Lengkap
(dengan gelar)
|
Bony Suryo Puspito
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Pendidikan Matematika
|
|
4
|
NIM/NIDN
|
34201400211
|
|
5
|
Tempat dan
Tanggal Lahir
|
Pati, 22 Oktober 1996
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
No telepon/HP
|
089611130332
|
B.
Riwayat Pendidikan
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Institusi
|
SDN Trimulyo 2
|
SMPN 1 Juwana
|
SMAN 1 Juwana
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
IPA
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2002-2008
|
2008-2011
|
2011-2014
|
Semua data yang saya
isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila
di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian
dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini
saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan
hibah PKM-GT
Semarang,
4 Maret 2015
Penyusun,
Bony Suryo Puspito
NIM.
34201400211
BIODATA
ANGGOTA 1 PELAKSANA KEGIATAN
A.
Identitas Diri
|
1
|
Nama Lengkap
(dengan gelar)
|
Musa Fichin
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Pendidikan Matematika
|
|
4
|
NIM/NIDN
|
34201400224
|
|
5
|
Tempat dan
Tanggal Lahir
|
Serang, 4 Mei 1995
|
|
6
|
E-mail
|
|
|
7
|
No telepon/HP
|
089651020717
|
B.
Riwayat Pendidikan
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Institusi
|
SDN 3 Karangrandu
|
SMPN 2 Pecangakan
|
SMK Walisongo Pecangakan
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
TKJ
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
2001-2007
|
2007-2010
|
2010-2013
|
Semua data yang saya
isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan
secara hukum. Apabila di kemudian
hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan,
saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini
saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
pengajuan hibah PKM-GT
Semarang,
4 Maret 2015
Penyusun,
Musa Fichin
NIM.
34201400224
BIODATA
ANGGOTA 2 PELAKSANA KEGIATAN
A.
Identitas Diri
|
1
|
Nama Lengkap
(dengan gelar)
|
Muhamad Sarifuddin
|
|
2
|
Jenis Kelamin
|
L
|
|
3
|
Program Studi
|
Pendidikan Matematika
|
|
4
|
NIM/NIDN
|
34201300169
|
|
5
|
Tempat dan
Tanggal Lahir
|
Jepara, 02 Oktober 1992
|
|
6
|
E-mail
|
muhamadsarifuddin@std.unissula.ac.id
|
|
7
|
No telepon/HP
|
085641636471
|
B.
Riwayat Pendidikan
|
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Institusi
|
SDN Lebak 1
|
SMPN 2 Mlonggo
|
ITTC Gontor Ponorogo
|
|
Jurusan
|
-
|
-
|
-
|
|
Tahun
Masuk-Lulus
|
1998-2004
|
2004-2007
|
2007-2011
|
Semua data yang saya
isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan
secara hukum. Apabila di kemudian
hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan,
saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini
saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
pengajuan hibah PKM-GT
Semarang,
4 Maret 2015
Penyusun,
Muhamad sarifuddin
NIM.
34201300169
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian
Tugas
|
No
|
Nama
/ NIM
|
Program
Studi
|
Bidang
Ilmu
|
Alokasi
Waktu
|
Uraian
Tugas
|
|
1
|
Bony Suryo Puspito
34201400211
|
Pendidikan Matematika
|
Matematika
|
1 minggu
|
Ketua
|
|
2
|
Musa Fichin
34201400224
|
Pendidikan Matematika
|
Matematika
|
1 minggu
|
Anggota 1
|
|
3
|
Muhamad Sarifuddin
34201300169
|
Pendidikan
Matematika
|
Matematika
|
1 minggu
|
Anggota 2
|
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana
YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG SEMARANG
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Jalan Raya Kaligawe Km.4 PO.BOX 1054 Telp. (024)
6583584 Fax. (024) 6582455 Semarang 50012
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA
Yang bertanda tangan di
bawah ini:
Nama : Bony Suryo Puspito
NIM : 34201400211
Program Studi : Pendidikan
Matematika
Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan
Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-GAGASAN TERTULIS saya dengan judul“Pemanfaatan Bank Sampah
Sekolah sebagai Pengembangan Kreativitas Siswa dalam Mata Pelajaran Seni
Budaya”yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014/2015bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber
dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan
pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah
diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan
dengan sebenar-benarnya.
Semarang,
4 Maret 2015
Mengetahui,
Pembantu Rektor
Bidang kemahasiswaan,
Sarjuni, S.Ag., M.Hum.
NIK. 211596009
Yang menyatakan,
Bony Suryo Puspito
NIM. 34201400211
Tidak ada komentar:
Posting Komentar