Kamis, 12 Maret 2015

PEMANFAATAN BANK SAMPAH SEKOLAH SEBAGAI PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA



PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM:

PEMANFAATAN BANK SAMPAH SEKOLAH SEBAGAI PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM MATA
PELAJARAN SENI BUDAYA


BIDANG KEGIATAN:

PKM-GAGASAN TERTULIS



Diusulkan oleh:









UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2015


PENGESAHAN PKM-GAGASAN TERTULIS


1. Judul Kegiatan                                            :Pemanfaatan Bank Sampah Sekolah
                                                                         sebagai Pengembangan Kreativitas
                                                                         Siswa dalam Mata Pelajaran Seni
                                                                         Budaya
2. Bidang Kegiatan                                         : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.       Nama Lengkap                                    : Bony Suryo Puspito
b.      NIM                                                    : 34201400211
c.       Jurusan                                                : Pendidikan Matematika
d.      Universitas/Institut/Politeknik            : Universitas Islam Sultan Agung
  Semarang
e.       Alamat Rumah dan No Tel./HP          : Desa Trimulyo 01/01, Juwana, Pati,
  Jawa Tengah / 089611130332
f.       Alamat email                                       : Bony_SuryoP@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis         : 2 orang
5. Dosen Pendamping
a.       Nama Lengkap dan Gelar                   : Mohamad Aminudin, M.Pd.
b.      NIDN                                                  : 0609058401
c.       Alamat Rumah dan No Tel./HP          : Jl. Urip Sumoharjo Gang II No. 9
  RT 02 RW 02,Bandarjo /
  085870151764

Semarang, 4 Februari 2015                


Menyetujui
Ketua Jurusan Pendidikan Matematika


Imam Kusmaryono, M.Pd.
NIK. 211311006

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan



Sarjuni, S.Ag., M.Hum.
NIK. 211596009

Ketua Pelaksana Kegiatan



Bony Suryo Puspito
NIM. 34201400211

Dosen Pendamping




Mohamad Aminudin, M.Pd.
NIDN. 0609058401















RINGKASAN

          Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
          Selain itu konsep Bank Sampah bisa diterapkan di sekolah-sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK. Pendirian Bank sampah di sekolah bertujuan untuk menanamkan kebiasaan membuang sampah yang benar agar generasi muda mempunyai budaya peduli lingkungan terutama sampah.
          Menabung sampah saja belum cukup jika tidak adanya keterampilan dalam pengolahan sampah tersebut. Sebuah solusi yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan dengan pemanfaatan bank sampah sekolah melalui mata pelajaran seni budaya.Siswa akan dilatih untuk mencipatakan sebuah karya seni di mata pelajaran seni budaya dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mereka tabung di bank sampah sekolah. Hal ini bertujuan untuk mencipatakan generasi yang dapat berpikir kreatif dalam persaingan di era globalisasi pada saat ini.
         



















PENDAHULUAN

Latar Belakang


          Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia, maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam dalam bentuk padatan, cair ataupun gas. Dalam suatu kesempatan, ada sebuah berita tentang penumpukan sampah di sekolah. “ CILEGON - Tumpukan sampah di depan SDN VII Cilegon, dikeluhkan pengelola sekolah dan wali murid. Sampah tampak berserakan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Sampah diduga berasal dari para pedagang di ruas Jalan Pagebangan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon (RADAR BANTEN, Cilegon, 2015)”. Ada sebuah solusi untuk mengelola sampah ini dengan pemanfaatan konsep bank sampah di sekolah. Dalam hal ini, siswa akan diberikan pengetahuan dalam pengelolaan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis di mata pelajaran seni budaya.
          Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki buku rekening layaknya perbankan. Namun yang ditabung bukan uang, melainkan sampah yang memiliki nilai ekonomis (seperti: plastik dan besi). Warga yang menabung sampah disebut nasabah dan memiliki buku tabungan. Sampah yang ditabung kemudian ditimbang, dicatat dan nanti akan dihargai sejumlah uang. Sampah yang terkumpul ini kemudian akan dijual ke pengepul.
          Konsep bank sampah juga bisa diterapkan di sekolah yang di beri nama dengan Bank Sampah Sekolah. Tujuan didirikan bank sampah di sekolah  secara umum untuk melatih siswa menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi volume sampah, menjadikan sampah mempunyai nilai ekonomis.
          Dalam bank sampah sekolah tersebut, semua warga sekolah terlibat di dalamnya. dari siswa, guru, karyawan, petugas kantin, penjaga kebersihan sekolah, dan juga kepala sekolah. Partisipasi siswa, guru, dan karyawan dalam bank sampah antara lain sebagai pengurus, nasabah,  sebagi petugas pemilah sampah dan sebagai petugas daur ulang sampah.
          Pada umumnya sistem  pengelolaan bank sampah sekolah secara komunal, yaitu nasabah atas nama kelas atau kelompok guru, kelompok tata usaha, atau kantin. Tetapi ada juga yang menerima nasabah personal atas nama individu. Sistem bagi hasilnya antara bank sampah dengan nasabah berbeda-beda. Bank sampah mengambil keuntungan antara Rp 500,- sampai dengan Rp. 1000,- dari penjualan sampah ke pengepul. Dana ini digunakan untuk konsumsi petugas saat pemilahan sampah. Bentuk hadiah bagi nasabah bank sampah umumnya bentuk uang tabungan yang biasanya dibagikan kepada nasabah setiap kenaikan kelas. Selain itu ada bentuk hadiah yang lain dari bank sampah sekolah yaitu dibelikan alat tulis untuk kepentingan bersama. Hadiah yang lain adalah adanya piagam bagi nasabah atau kelas yang memiliki tabungan sampah paling banyak.

          Bank sampah sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan. Dalam hal ini, sampah yang di tabung siswa di bank sampah sekolah ada yang tidak langsung di setorkan ke pengepul. Tetapi di simpan di gudang yang sudah difasilitasi oleh sekolah sebagai tempat untuk menampung tabungan sampah siswa. Dalam mata pelajaran seni budaya siswa akan di ajarkan tentang pembuatan suatu karya seni. Dan dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa yang berada di bank sampah sekolah, siswa dapat memanfaatkan sampah tersebut menjadi karya seni sesuai keinginan mereka. Akan tetapi, karya seni tersebut harus ada nilai ekonomisnya.
          Pengolahan sampah anorganik dengan cara daur ulang merupakan salah satu cara yang efektif, karena selain menguntungkan secara ekonomis juga secara ekologis. Adapun sampah yang dapat di daur ulang diantaranya: sampah plastik, sampah logam, sampah kertas, sampah kaca dan lain-lain. Proses daur ulang sampah dapat dilakukan dalam skala yang besar maupun kecil.

Tujuan dan Manfaat


          Tujuan dalam program ini adalah untuk mengembangan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan di mata pelajaran seni budaya dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah sekolah. Dalam hal ini, bukan hanya ilmu pengetahuan siswa yang perlu dikembangkan tetapi ilmu keterampilan siswa juga perlu dikembangan untuk menciptakan kreativitas siswa dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi ilmu keterampilan. Manfaat yang akan di dapat siswa adalah siswa akan mendapat ilmu keterampilan dalam membuat karya seni yang bernilai ekonomis di dalam mata pelajaran seni budaya dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah.



GAGASAN

Kondisi Terkini


          Kementerian Lingkungan Hidup mencatat seluruh Bank Sampah yang ada saat ini secara nasional mampu menghasilkan uang mencapai Rp15,7 miliar per bulan. (ANTARA News, Probolinggo, 2013)
          Pengelolaan bank sampah di semua sekolah di Kota Tomohon menjadi salah satu andalan untuk pengelolaan sampah dalam rangka penilaian tahap kedua (P2) Piala Adipura tahun 2015. (cybersulutnews, Tomohon, 2015)



          CILEGON - Tumpukan sampah di depan SDN VII Cilegon, dikeluhkan pengelola sekolah dan wali murid. Sampah tampak berserakan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Sampah diduga berasal dari para pedagang di ruas Jalan Pagebangan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. (radarbanten, Cilegon, 2015)

 

Solusi yang Pernah Diajukan


          Dalam sebuah solusi tentang bank sampah sekolah biasanya hanya memnganjurkan siswa untuk menabung saja di bank sampah sekolah dengan cara siswa hanya membawa sampah dari rumah dan menabungnya di bank sampah sekolah. Cara ini memang tepat untuk mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Tetapi masih ada yang kurang apabila siswa tidak diberikan ilmu keterampilan mendaur ulang sampah menjadi karya seni yang bernilai ekonomis.

Gagasan yang Diajukan


          Dalam gagasan ini, siswa dilibatkan dalam pengolahan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Siswa akan diberikan ilmu keterampilan untuk mendaur ulang sampah menjadi karya seni yang bernilai ekonomis. Dalam mata pelajaran seni budaya siswa akan diajarkan ilmu keterampilan pembuatan suatu karya seni yang bernilai ekonomis dengan pemanfaatan tabungan sampah yang telah ditabung oleh siswa di bank sampah sekolah. Sehingga di luar siswa hanya menabung sampah tersebut, siswa juga dapat memiliki keterampilan dalam mengolahnya.

Pihak-pihak yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan


          Dalam pengadakan bank sampah sekolah harus bisa mempunyai dana modal agar bank sampah bisa berjalan dengan lancar dan juga dalam pengembangan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan mengolah sampah harus ada pihak-pihak yang dapat membantu mengimplementasikannya, yaitu :








1.  Pemerintah
Pemerintah memiliki peran yang sangat vital untuk membentuk bank sampah sekolah. Perlunya bantuan dari pemerintah sangat berarti untuk meringankan beban dari sekolah tersebut.
2.  Kepala sekolah
Kepala sekolah sebagai pembuat keputusan tentang bagaimana bank sampah tersebut dapat berjalan dengan optimal. Kepala sekaolah harus membuat surat keputusan untuk melengkapi kepengurusan bank sekolah yang belum lengkap untuk melancarkan bank sampah sekolah tersebut.
3. Guru
Guru mendapat peran memperkenalkan melalui sosialisasi kepada siswa bahwa sampah dapat bernilai ekonomis apabila dapat dikelola dengan baik dan benar. Tetapi untuk mengelolanya dibutuhkan ilmu keterampilan yang cukup agar karya yang dihasilkan bernilai ekonomis.
4.  Guru mata pelajaran seni budaya
Dalam mata pelajaran seni budaya siswa akan diajarkan bagaimana cara mengelola barang-barang bekas yang disebut orang sebagai sampah dapat bernilai ekonomis yaitu dengan membuatnya menjadi karya seni. Siswa juga akan diberikan tugas untuk membuat suatu karya seni melalui barang bekas atau sampah tersebut sesuai kreativitas mereka tetapi karya seni tersebut harus bernilai ekonomis.

Langkah-Langkah yang akan Digunakan untuk Mengimplementasikannya


          Dalam mencapai tujuan gagasan yang diterapkan di haruskan mempunyai langkah-langkah yang strategis agar gagasan tersebut dapat berjalan secara optimal. Langkah-langkah yang digunakan yaitu :
1. Sosialisasi
Sosialisasi akan ditujukan kepada seluruh warga sekolah untuk menjelaskan tujuan didirikannya bank sampah sekolah. Bank sampah sekolah bertujuan untuk mengurangi jumlah volume sampah yang ada di lingkungan. Dalam hal ini, menjelaskan bahwa dengan menabung sampah di bank sampah sekolah dapat mengurangi jumlah volume di lingkungan sekolah maupun masyarakat dan juga dapat menjadikan penghasilan bagi nasabah dari bank sampah tersebut.







2.  Sistem kerja
Dalam setiap kelas atau tempat dimana terdapat nasabah bank sampah tersebut akan diberikan 4 jenis tempat sampah yaitu tempat sampah khusus untuk sampah botol, sampah pastik, sampah kardus atau kertas dan sampah organik. Dalam hal ini, tempat sampah tersebut dapat memudahkan untuk pemilahan sampah sesuai jenisnya. Dimana harga dan fungsi sampah tersebut berbeda-beda.
3.  Sistem tabungan sampah
Pada umumnya sistem  pengelolaan bank sampah sekolah secara komunal, yaitu nasabah atas nama kelas atau kelompok guru, kelompok tata usaha, atau kantin. Tetapi ada juga yang menerima nasabah personal atas nama individu.Sistem bagi hasilnya antara bank sampah dengan nasabah berbeda-beda. Bank sampah mengambil keuntungan antara Rp 0,- s/d Rp. 500,- dari penjualan sampah ke pengepul. Dana ini digunakan untuk konsumsi petugas saat pemilahan sampah. Dan ada juga sampah yang tidak di jual dulu ke pengepul jika nasabahnya menginginkan sampah tersebut untuk disimpan dulu di bank sampah sekolah. Nasabah akan di berikan 2 buku tabungan, yaitu buku tabungan sampah dimana sampah sudah di jual ke pengepul dengan mencantumkan berapa jumlah uang yang di dapat dan buku tabungan sampah dimana sampah belum di jual ke pengepul dengan mencantumkan berapa banyak sampah yang di tabungnya di bank sampah sekolah untuk di simpan dahulu dengan nominal berat sampah dan jenis sampah tersebut.
4.  Proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran ini, siswa akan diajarkan cara membuat karya seni yang bernilai ekonomis dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah sekolah. Dalam hal ini, mata pelajaran yang sesuai adalah mata pelajaran seni budaya. Di sini, guru akan mengajarkan kepada siswa cara pembuatan karya seni yang bernilai ekonomis dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah sekolah. Setelah itu, siswa akan diberikan tugas praktek langsung untuk membuat suatu karya sastra yang bernilai ekonomis sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa itu sendiri. Tujuan diadakan pembuatan karya seni yang bernilai ekonomis dengan memanfaatkan sampah adalah agar siswa dapat mendapatkan ilmu keterampilan yang kelak dapat bermanfaat bagi siswa bila bersaing di dunia perdagangan dan juga dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam pembuatan suatu karya seni yang bernilai ekonomis dari sebuah barang yang biasa disebut orang sebagai sampah.




5.  Proses pemasaran
Karya seni yang dibuat siswa tersebut tidak hanya di buat hanya semata-mata memenuhi tugas seni budaya tersebut. Tetapi juga, hasil karya seni siswa tersebut akan di jual agar siswa juga dapat menerima hasil dari kreativitasnya tersebut. Proses penjualannya bisa melalui pameran-pameran atau juga di perkenalkan ke masyarakat luas.



KESIMPULAN

Gagasan yang diajukan


          Pengembangan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan merupakan proses pelatihan terhadap siswa untuk melatih keterampilan siswa dalam menciptakan barang-barang yang kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi manusia. Bukan hanya pembuatan barang-barang canggih yang bermanfaat bagi manusia tetapi juga pemanfaatan barang-barang yang sudah dibuang (sampah) atau sudah tidak berguna lagi menjadi barang yang barmanfaat lagi bagi manusia. Ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang ada di bumi ini dan juga agar tidak menimbulkan bencana-bencana yang tidak diinginkan, seperti: polusi, banjir, dan lain-lain. Dan juga tujuan dalam gagasan ini adalah pelatihan dan pengembangan kreativitas siswa dalam menciptakan karya yang bernilai ekonomis dengan mendaur ulang sampah yang ditabung di bank sampah sekolah. Sehingga kelak saat dewasa, siswa dapat menciptakan barang-barang yang kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi umat manusia karena siswa sudah dilatih dan dibiasakan pada saat usia mereka masih anak-anak ataupun remaja.

Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan


          Sampah-sampah anorganik yang dimanfaatkan menjadi karya seni yang bernilai ekonomis dengan pemanfaatan tabungan sampah siswa yang di simpan di bank sampah sekolah. Dalam hal ini, siswa akan diajarkan dalam sebuah mata pelajaran yaitu seni budaya dimana siswa akan diajarkan dan mempraktekkan langsung dalam membuat karya seni yang bernilai ekonomis dengan memanfaatkan sampah. Sehingga hal tersebut dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan untuk kelak dapat bersaing di dunia perdagangan dan menciptakan hal-hal yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan sampah.

 



Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh


          Dalam gagasan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah yang ada di lingkungan tetapi juga dapat menjadikan atau menciptakan pelajar yang mampu berpikir kreatif dalam menciptakan benda-benda atau hal-hal yang kreatif dengan pemanfaatan sampah. Sekarang ini, banyak negara yang berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dengan mendaur ulang kembali sampah-sampah misalnya saja, sampah an-organik. Sampah  an-organik ini memerlukan waktu yang lama atau bahkan tidak dapat terdegradasi secara alami. Beberapa limbah anorganik diantaranya kertas, botol, plastik, kaleng, dan bahan gelas atau beling. Salah satu pemanfaatan limbah anorganik adalah dengan cara proses daur ulang (recycle). Daur ulang merupakan upaya untuk mengolah barang atau benda yang sudah tidak dipakai agar dapat dipakai kembali. Beberapa limbah anorganik yang dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang, misalnya plastik, gelas, logam, dan kertas.



























DAFTAR PUSTAKA


Badan Lingkungan Hidup Daerah Kab. Tanjab Barat.2015.Pengolahan Sampah Anorganik.http://blhd.tanjabbarkab.go.id/kategori/rehli/pengolahansampahanorganik.html. Diakses tanggal 2 Maret 2015

Badan Penelitian dan Pengembangan Kab. Pati. 2014. Pengolahan Sampah Melalui Bank Sampah Sekolah di Kecamatan Pati. http://litbang.patikab.go.id/index.php/kajian-isu-strategis/195-faktor-faktor-penyebab-kematian-ibu-di-kabupaten-pati/216-pengelolaan-sampah-melalui-bank-sampah-sekolah-di-kecamatan-pati. Diakses tanggal 2 Maret 2015.

Hermaya, Acu. 2011. Pemanfaatan Limbah Anorganik.
http://kiarapedes2.blogspot.com/2011/02/pemanfaatan-limbah-anorganik.html. Diakses tanggal 2 Maret 2015

Kementerian Lingkungan Hidup.2013. Bank Sampah Hasilkan Rp 157 Miliar.
http://www.antaranews.com/berita/383961/bank-sampah-hasilkan-rp157-miliar. Diakses tanggal 1 Maret 2015

Pemkot Tomohon.2015. Bank Sampah di Sekolah Jadi Andalan untuk Penilaian
Adipura Tomohon.http://cybersulutnews.co.id/bank-sampah-di-sekolah-jadi-andalan-untuk-penilaian-adipura-tomohon. Diakses tanggal 1 Maret 2015

Radar Banten.2015. Sampah Pedagang Menumpuk di Depan Sekolah
http://www.radarbanten.com/read/berita/10/27081/Sampah-Pedagang-Menumpuk-di-Depan-Sekolah.html. Diakses tanggal 3 Maret 2015












LAMPIRAN-LAMPIRAN


Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota

BIODATA KETUA PELAKSANA KEGIATAN
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
Bony Suryo Puspito
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM/NIDN
34201400211
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Pati, 22 Oktober 1996
6
E-mail
7
No telepon/HP
089611130332

B. Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN Trimulyo 2
SMPN 1 Juwana
SMAN 1 Juwana
Jurusan
-
-
IPA
Tahun Masuk-Lulus
2002-2008
2008-2011
2011-2014

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila  di  kemudian  hari  ternyata  dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-GT


                                                                                    Semarang, 4 Maret 2015
                                                                                                Penyusun,



                                                                                       Bony Suryo Puspito
                                                                                       NIM. 34201400211








BIODATA ANGGOTA 1 PELAKSANA KEGIATAN
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
Musa Fichin
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM/NIDN
34201400224
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Serang, 4 Mei 1995
6
E-mail
7
No telepon/HP
089651020717

B. Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN 3 Karangrandu
SMPN 2 Pecangakan
SMK Walisongo Pecangakan
Jurusan
-
-
TKJ
Tahun Masuk-Lulus
2001-2007
2007-2010
2010-2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila  di  kemudian  hari  ternyata  dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-GT




                                                                                    Semarang, 4 Maret 2015
                                                                                                Penyusun,




                                                                                              Musa Fichin
                                                                                       NIM. 34201400224







BIODATA ANGGOTA 2 PELAKSANA KEGIATAN
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
Muhamad Sarifuddin
2
Jenis Kelamin
L
3
Program Studi
Pendidikan Matematika
4
NIM/NIDN
34201300169
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Jepara, 02 Oktober 1992
6
E-mail
muhamadsarifuddin@std.unissula.ac.id
7
No telepon/HP
085641636471

B. Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN Lebak 1
SMPN 2 Mlonggo
ITTC Gontor Ponorogo
Jurusan
-
-
-
Tahun Masuk-Lulus
1998-2004
2004-2007
2007-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila  di  kemudian  hari  ternyata  dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-GT






                                                                                    Semarang, 4 Maret 2015
                                                                                                Penyusun,




                                                                                      Muhamad sarifuddin
                                                                                       NIM. 34201300169





Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas



No
Nama / NIM
Program Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu
Uraian Tugas
1
Bony Suryo Puspito
34201400211
Pendidikan Matematika
Matematika
1 minggu
Ketua
2
Musa Fichin
34201400224
Pendidikan Matematika
Matematika
1 minggu
Anggota 1
3
Muhamad Sarifuddin
34201300169
Pendidikan
Matematika
Matematika
1 minggu
Anggota 2






























Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

YAYASAN BADAN WAKAF SULTAN AGUNG SEMARANG
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Jalan Raya Kaligawe Km.4 PO.BOX 1054 Telp. (024) 6583584 Fax. (024) 6582455 Semarang 50012


SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama               : Bony Suryo Puspito
NIM                : 34201400211
Program Studi : Pendidikan Matematika
Fakultas           : Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan


          Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-GAGASAN TERTULIS saya dengan judul“Pemanfaatan Bank Sampah Sekolah sebagai Pengembangan Kreativitas Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya”yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014/2015bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
          Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
          Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.








                                                                        Semarang, 4 Maret 2015


Mengetahui,
Pembantu Rektor
Bidang kemahasiswaan,



Sarjuni, S.Ag., M.Hum.
NIK. 211596009


Yang menyatakan,




Bony Suryo Puspito

NIM. 34201400211

Tidak ada komentar:

Posting Komentar